PONOROGO, tagline.id — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Hasan Abdullah Sahal, menegaskan lembaganya menetapkan pendidikan sebagai pilihan dan fokus utama dalam membina umat serta bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Hasan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
“Pondok ini milih, menetapkan, memutuskan untuk memilih pendidikan,” ujar Hasan.
Ia juga menyampaikan harapan agar hubungan baik antara Gontor dan Presiden Prabowo terus terjaga. Hasan menyebut pertemuannya dengan Prabowo telah berlangsung beberapa kali.
“Selama Pak Presiden husnuzan kepada saya dengan Gontor, insyaallah Gontor husnuzan ke Bapak Presiden,” katanya.
Hasan menuturkan, alumni Gontor telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga sektor lainnya.
Menurutnya, para alumni diharapkan tetap berperan dalam membina umat dan bangsa sesuai cita-cita Republik Indonesia.
“Insyaallah tetap sama-sama membina umat, membina bangsa kita ini sesuai dengan cita-cita Republik Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga menyinggung perkembangan kawasan Gontor. Ia menyebut kompleks pondok pada 1958 memiliki luas sekitar 1,2 hektare, sedangkan saat peringatan 100 tahun luasnya disebut telah mencapai sekitar 1.200 hektare.
Hasan turut menekankan pentingnya membangun kepribadian dan identitas dalam dunia pendidikan. Ia mengutip ungkapan berbahasa Inggris, “To be good is not good enough. Why not the best?”
Menurutnya, kualitas pendidikan perlu terus ditingkatkan melalui upaya menjadi lebih baik, melakukan yang terbaik, dan menghasilkan capaian yang baik.
“Kalau pendidikan ini, be the best, do the best, have the best,” ucapnya.
Hasan berharap kehadiran Presiden Prabowo dalam peringatan satu abad Gontor membawa keberkahan bagi pondok dan seluruh pihak yang terlibat.












