Berita

FLONA 2026 Bidik Transaksi Rp40 Miliar, Pengunjung Capai 17 Ribu per Hari

×

FLONA 2026 Bidik Transaksi Rp40 Miliar, Pengunjung Capai 17 Ribu per Hari

Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono, mengunjungi Pameran Pertamanan Flora dan Fauna (FLONA) Jakarta 2026 di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (4/9). Foto: HMS_DKI Jakarta)

JAKARTA, tagline.id — Pameran Pertamanan Flora dan Fauna (FLONA) Jakarta 2026 menargetkan nilai transaksi sekitar Rp40 miliar selama penyelenggaraan. Jumlah pengunjung juga diproyeksikan mencapai lebih dari 17.000 orang per hari pada akhir pekan.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan antusiasme masyarakat terhadap FLONA 2026 cukup tinggi. Pada hari biasa, rata-rata kunjungan mencapai sekitar 12.000 orang per hari, sedangkan Sabtu dan Minggu dapat menembus sekitar 17.000 pengunjung.

FLONA 2026 berlangsung di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus hingga 28 September 2026. Pameran dibuka setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB.

Mengusung tema “Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta”, FLONA tahun ini tidak hanya menyuguhkan tanaman dan satwa. Pameran berskala nasional tersebut juga menjadi ruang edukasi, rekreasi, promosi, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono mengunjungi FLONA 2026 pada Jumat (4/9). Pramono menilai pelaksanaan tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbaik karena menghadirkan kekayaan flora, fauna, serta keberagaman budaya dari berbagai daerah Indonesia.

“Terus terang pelaksanaannya tahun ini menurut saya salah satu pelaksanaan yang terbaik. Saya tadi keliling melihat dari kota, lima kota, satu kabupaten, temanya berbeda-beda,” ujar Pramono.

Keberagaman itu, menurut Pramono, terlihat dari ornamen rumah, tanaman, hingga berbagai elemen budaya yang ditampilkan masing-masing peserta. Konsep tersebut dinilai memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap berbagai latar belakang masyarakat.

“Ini mencerminkan bahwa Jakarta dalam hal yang menyangkut keberagaman, perbedaan, menerima keterbukaan bagi masyarakat Jakarta, bagi siapa pun yang datang ke Jakarta dengan etnik budaya masing-masing, tentunya kami sangat terbuka,” katanya.

FLONA 2026 melibatkan pelaku UMKM, komunitas, asosiasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga industri kreatif. Total terdapat 284 stan, terdiri atas 11 stan exhibition, 147 stan flora, 8 stan fauna, 112 stan UMKM, dan 6 stan sponsor.

Pameran juga dilengkapi stan kolaborasi serta stan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengangkat konsep Ekoregion Nusantara.

Menurut Pramono, meningkatnya jumlah pengunjung harus ikut berdampak pada aktivitas ekonomi para peserta. Ia berharap tingginya kunjungan dapat mendorong transaksi dan memperbesar manfaat FLONA bagi pelaku UMKM.

“Tadi saya mendapatkan laporan dan juga dari semua tenant yang ada, pengunjungnya mengalami peningkatan yang luar biasa. Ini menunjukkan ada peningkatan yang luar biasa dan mudah-mudahan transaksinya bagi para pelaku UMKM yang hari ini ikut pameran di tempat ini juga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta menjadikan FLONA sebagai salah satu upaya mengoptimalkan ruang terbuka hijau agar memiliki fungsi yang lebih luas. Selain menghadirkan lingkungan yang hijau dan nyaman, ruang publik tersebut diarahkan menjadi tempat belajar, rekreasi, interaksi masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi.

Dengan konsep tersebut, FLONA 2026 tidak hanya mempertemukan masyarakat dengan kekayaan flora dan fauna Nusantara. Pameran ini juga membawa pesan tentang keberagaman budaya dan peluang ekonomi yang dapat tumbuh bersama di ruang publik Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *