Berita

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Viola Putri, Dugaan Sindikat dan Intimidasi Korban Jadi Sorotan

×

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Viola Putri, Dugaan Sindikat dan Intimidasi Korban Jadi Sorotan

Share this article
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. Foto: Tagline/Omi

JAKARTA, tagline.id – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Polres Metro Bekasi mengusut tuntas kasus dugaan pencurian sepeda motor yang dialami Viola Putri di Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Desakan itu muncul setelah beredar video yang memperlihatkan korban diduga mengalami intimidasi saat berupaya mencari kendaraan miliknya.

Abdullah, yang akrab disapa Abduh, menilai penanganan perkara tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau sindikat pencurian kendaraan bermotor apabila ditemukan fakta yang mengarah ke sana dalam proses penyidikan.

“Korbannya tidak dibela, tetapi justru diintimidasi. Ini yang membuat saya merasa janggal. Karena itu, saya mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan kasus pencurian motor ini, termasuk mendalami apakah ada sindikat yang bekerja di balik peristiwa tersebut atau tidak,” ujar Abduh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Politikus Fraksi PKB itu juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan kekerasan maupun intimidasi terhadap korban. Menurutnya, tindakan tersebut penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjamin korban memperoleh perlindungan hukum.

“Jangan sampai setelah kehilangan harta benda, korban kembali kehilangan rasa aman dan kepastian hukum. Korban tindak pidana tidak boleh menjadi korban untuk kedua kalinya,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Abduh mendorong kepolisian, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan meningkatkan edukasi hukum dan hak asasi manusia kepada masyarakat. Langkah itu dinilai penting agar warga memahami batas kewenangannya dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menghambat proses hukum atau merugikan korban.

Ia menyoroti informasi yang menyebut dugaan intimidasi terjadi di lingkungan permukiman dan diduga melibatkan pengurus RT. Karena itu, aparat diminta mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti yang sah.

“Tentu kita tidak ingin ada korban tindak pidana yang justru dirugikan karena tidak diperlakukan sebagaimana mestinya sesuai aturan hukum. Jika intimidasi terhadap korban dibiarkan, hal itu dapat mencederai marwah hukum yang seharusnya memberikan kepastian, kemanfaatan, dan keadilan bagi setiap warga negara,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video Viola Putri yang mengaku menjadi korban pencurian sepeda motor di kawasan Medan Satria, Bekasi, beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, korban mengaku mengalami intimidasi saat berusaha menelusuri keberadaan sepeda motor miliknya.

Peristiwa itu memicu sorotan publik dan mendorong desakan agar kepolisian tidak hanya mengusut dugaan pencurian kendaraan bermotor, tetapi juga mendalami dugaan intimidasi terhadap korban serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku apabila ditemukan bukti dalam proses penyidikan.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *