JAKARTA, tagline.id – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera memperkuat tata kelola kelembagaan seiring penyelesaian berbagai persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pembenahan tidak cukup hanya melalui evaluasi internal, tetapi harus diikuti langkah nyata untuk mengatasi kendala yang dihadapi di lapangan.
Hal itu disampaikan Irma dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama BGN di Kompleks Parlemen, Senayan, JAKARTA, Jumat (17/7/2026). Ia menilai jajaran baru BGN menghadapi tantangan besar untuk menyelesaikan persoalan yang diwariskan dari kepengurusan sebelumnya.
Irma menegaskan evaluasi tata kelola harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fiskal, administrasi, dan sumber daya manusia (SDM), sehingga pembenahan organisasi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelaksanaan program.
“Evaluasi tata kelola seharusnya dilakukan dari sisi fiskal, kemudian administrasi dan SDM. Itu harus dilakukan secara paralel,” ujarnya.
Politisi Fraksi Partai NasDem itu mengingatkan, reformasi tata kelola tidak boleh menghambat penyelesaian persoalan yang tengah dihadapi para mitra pelaksana MBG. Kepastian terhadap berbagai kendala operasional dinilai penting agar program tetap berjalan optimal.
Irma juga menyoroti perlunya penguatan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, peningkatan jumlah kerja sama antara BGN dan SPPG belum diimbangi dengan sistem kontrol yang memadai.
“Laju peningkatan kerja sama BGN dan SPPG tidak berbanding lurus dengan kontrol terhadap kelayakan SPPG sehingga banyak terjadi keracunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi yang dilakukan BGN harus memiliki arah yang jelas terhadap rencana kerja ke depan, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan mitra pelaksana.
Irma berharap BGN memprioritaskan pembenahan pada aspek SDM, pengelolaan anggaran, serta tata kelola kelembagaan guna memperkuat pelaksanaan Program MBG dan memulihkan kepercayaan para mitra.
“Perbaiki tata kelolanya mulai dari SDM, anggarannya, kemudian tata kelolanya. Tapi harus berbanding lurus dengan bagaimana menyelesaikan persoalan hari ini yang ada,” pungkasnya.












