JAKARTA, tagline.id – JAKARTA Fair Kemayoran (JFK) 2026 mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp8,2 triliun dengan 8,22 juta kunjungan selama penyelenggaraan pada 11 Juni–12 Juli 2026. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat JAKARTA tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Data tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI JAKARTA Rano Karno saat menutup JAKARTA Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, JAKARTA Pusat, Minggu (12/7). Ajang pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara itu merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota JAKARTA.
Menurut Rano, performa JAKARTA Fair sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Ibu Kota yang tetap positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi JAKARTA tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
“Capaian tersebut mencerminkan optimisme ekonomi JAKARTA yang tetap terjaga. Pada triwulan pertama tahun 2026, ekonomi JAKARTA tumbuh sebesar 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional,” ujar Rano.
Selama lebih dari satu bulan penyelenggaraan, JAKARTA Fair diikuti 2.800 peserta yang mengisi lebih dari 1.800 stan. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari perusahaan nasional hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif dari JAKARTA maupun daerah lain.
Panitia mencatat jumlah pengunjung langsung telah melampaui enam juta orang, sementara akumulasi kunjungan secara keseluruhan mencapai 8,22 juta, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Rano menilai JAKARTA Fair tidak sekadar menjadi agenda pameran tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“JAKARTA Fair adalah miniatur JAKARTA yang memperlihatkan bagaimana pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, dan masyarakat bergerak bersama menggerakkan roda perekonomian kota,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya nilai transaksi dan kunjungan menunjukkan JAKARTA Fair masih menjadi motor penggerak sektor riil. Selain memperluas pasar bagi produk lokal, ajang ini juga mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus menciptakan efek berganda bagi sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemprov DKI JAKARTA juga memperbesar porsi keterlibatan pelaku UMKM binaan Jakpreneur. Setelah melalui proses kurasi, sekitar 45 persen peserta UMKM berasal dari program pembinaan tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk memperluas akses pasar produk lokal, meningkatkan daya saing UMKM, serta membuka peluang menembus pasar nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia JAKARTA Fair Hartati Murdaya mengatakan penyelenggaraan JFK 2026 turut memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja sejak tahap persiapan hingga pameran berakhir.
Menurutnya, sebagai salah satu ajang Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) terbesar di Indonesia, JAKARTA Fair berhasil menciptakan puluhan ribu lapangan kerja dan menjadi penggerak penting bagi industri pameran nasional.












