Berita

Kopi Indonesia Mendunia, DPR Desak Teknologi Pascapanen Diperkuat

×

Kopi Indonesia Mendunia, DPR Desak Teknologi Pascapanen Diperkuat

Share this article
Buat atau edit foto/gambar ini sesuai gambar aslinya/original termasuk gambar orangnya harus original dan asli, ukuran foto/gambar 16:9 dengan gambar yang jelas, cerah, terang, wajah/kepala objek utama sedikit menghadap ke kanan. (Foto: Ist)

JAKARTA, tagline.id — Potensi kopi Indonesia di pasar internasional dinilai belum cukup tanpa peningkatan kualitas produksi dan nilai tambah bagi petani. Anggota Komisi VII DPR RI Maria Lestari mendorong Kementerian Perindustrian memperkuat dukungan teknologi pascapanen, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pembinaan petani kopi dari hulu hingga hilir.

Dorongan itu disampaikan Maria saat mengunjungi pabrik kopi Kapal Api di Semarang, Jumat (4/9/2026), bersama jajaran Kementerian Perindustrian. Menurutnya, teknologi pascapanen menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan mutu sekaligus daya saing kopi yang dihasilkan petani.

“Kami berpesan agar Kementerian Perindustrian juga mempunyai teknologi pascapanen untuk para petani, khususnya yang berhubungan dengan pertanian,” ujar Maria.

Legislator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I tersebut mengatakan Indonesia memiliki sejumlah sentra kopi yang produknya telah menembus pasar internasional. Kondisi itu harus dimanfaatkan dengan memperkuat kualitas sejak pembibitan, budidaya, pemanenan, hingga pengolahan pascapanen.

Menurut Maria, peningkatan kualitas tidak dapat dilepaskan dari kesiapan SDM dan teknologi pertanian. Keduanya harus berjalan beriringan agar petani tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar.

“Harus ada SDM, terus harus ada teknologi pertanian yang baik, dan tentunya kualitas produk itu harus ditingkatkan lagi,” katanya.

Selain teknologi, Maria menilai industri kopi perlu memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, terutama UMKM. Keterhubungan antara petani, industri, dan pasar dinilai dapat menciptakan ekosistem yang lebih kuat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.

Pertumbuhan kedai kopi di berbagai daerah menjadi salah satu peluang tersebut. Tingginya penggunaan produk berbasis kopi di sektor usaha lokal dinilai dapat menjadi pasar bagi produk petani daerah.

“Dengan produk lokal itu bisa memberikan harapan kepada petani kopi kita. Ini berdampak lebih besar dan tentunya bisa memberikan sumber pendapatan,” ujar Maria.

Kondisi berbeda terlihat di Kalimantan Barat. Maria mengakui industri kopi di wilayah tersebut belum berkembang sebesar sejumlah daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi kopi nasional.

Meski demikian, pertumbuhan UMKM dan kedai kopi di Kalimantan Barat dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem kopi lokal. Karena itu, pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Maria meminta Kementerian Perindustrian memperkuat pembinaan melalui bimbingan teknis (Bimtek) dan pengembangan kompetensi SDM. Materinya tidak hanya berfokus pada pengolahan, tetapi mencakup keseluruhan rantai produksi kopi.

“Bagaimana cara pembibitannya, mengolahnya, karena tentunya itu harus bersinergi, harus bersamaan,” tegas politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Ia menilai pengembangan industri kopi nasional membutuhkan sinergi pemerintah, petani, industri, dan UMKM. Penguatan teknologi pascapanen, peningkatan kualitas produk, serta kompetensi SDM harus dilakukan secara bersamaan agar potensi kopi Indonesia menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar.

“Potensi kopi kita sudah mendunia. Sekarang bagaimana potensi itu kita gunakan dengan baik sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan petani dan pelaku usaha lokal,” pungkas Maria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *