JAKARTA, tagline.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), James Riady, membantah anggapan bahwa pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan dilakukan karena adanya ancaman keamanan atau situasi politik nasional. Ia menegaskan, kebijakan tersebut murni merupakan keputusan internal masing-masing pengelola kawasan.
Pernyataan itu disampaikan James usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pertemuan tersebut diikuti sekitar 150 pengurus pusat Kadin, 38 ketua Kadin provinsi, serta 30 pimpinan asosiasi industri.
Menurut James, isu yang mengaitkan pemasangan pagar dengan kondisi keamanan tidak berdasar. Bahkan, sejumlah pusat perbelanjaan milik Lippo justru telah membongkar pagar yang sebelumnya terpasang selama bertahun-tahun.
“Pasti tidak. Justru pagar-pagar di mal Lippo yang sudah ada sekitar 10 tahun kami bongkar dan kami turunkan. Mari tetap semangat dan optimistis,” kata James.
Ia menjelaskan, kehati-hatian pelaku usaha merupakan langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional. Namun, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan situasi keamanan di Indonesia.
“Kami tidak melihat situasi keamanan saat ini menjadi faktor. Yang harus dilakukan pengusaha adalah mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global yang semakin dinamis,” ujarnya.
James juga mengungkapkan, pembahasan Presiden Prabowo bersama kalangan pengusaha lebih banyak menyoroti perkembangan ekonomi dunia, tantangan geopolitik, serta langkah-langkah strategis yang perlu disiapkan Indonesia untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, terutama isu-isu yang berpotensi menimbulkan keresahan. Menurutnya, setiap kabar mengenai kondisi keamanan harus dipastikan kebenarannya melalui fakta di lapangan agar tidak memicu kepanikan publik.
James menegaskan optimisme dunia usaha terhadap kondisi nasional tetap terjaga. Ia meyakini Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan global selama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus menjaga stabilitas serta memperkuat kolaborasi.***












