BeritaEkonomi

Astra Perkuat Desa Wisata Osing Kemiren, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Tumbuh Pesat

×

Astra Perkuat Desa Wisata Osing Kemiren, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Tumbuh Pesat

Sebarkan artikel ini
Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro (tengah) bersama warga setempat yang menjadi pelaku usaha lokal di bidang membatik. (Foto:Ist)

BANYUWANGI, JAWA TIMUR | tagline.id – PT Astra International Tbk terus memperkuat komitmennya dalam membangun desa berkelanjutan melalui Program Desa Sejahtera Astra di Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program ini mengintegrasikan pelestarian budaya Osing dengan pemberdayaan masyarakat melalui sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Desa Kemiren yang menjadi pusat budaya masyarakat Osing—suku asli Banyuwangi—tetap mempertahankan tradisi turun-temurun, mulai dari upacara adat Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, musik tradisional, kuliner khas hingga arsitektur rumah adat. Kekayaan budaya tersebut kini berkembang menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Sejak 2024, Astra bersama pemerintah desa, masyarakat, dan para penggerak lokal melakukan pembinaan secara terpadu melalui Program Desa Sejahtera Astra. Pendekatan ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 300 warga. Desa Kemiren kini memiliki 50 homestay dengan 92 kamar, didukung 40 pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif mengelola destinasi wisata sekaligus menjaga kelestarian budaya Osing.

Dampak ekonomi juga mulai dirasakan masyarakat. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis meningkat sekitar 33 persen, dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya mampu menciptakan peluang usaha sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan Desa Sejahtera Astra Kemiren menjadi contoh bahwa pembangunan masyarakat dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya.

“Melalui penguatan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, Astra memperkuat layanan Posyandu melalui penyediaan fasilitas kesehatan dasar, dukungan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Sementara pada bidang pendidikan, Astra mendukung penguatan PAUD dengan penyediaan sarana belajar, alat permainan edukatif, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengenalan budaya Osing kepada anak-anak sebagai upaya menjaga regenerasi budaya lokal.

Pengelolaan lingkungan juga menjadi fokus utama seiring meningkatnya aktivitas pariwisata. Astra mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, hingga penyediaan fasilitas pengolahan sampah dan kompos.

Di sektor kewirausahaan, Astra memperkuat pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren melalui peningkatan kapasitas UMKM, pengembangan homestay, penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penyediaan sarana penunjang wisata, serta promosi destinasi budaya sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Komitmen masyarakat dalam menjaga budaya dan mengembangkan desa turut mendapat pengakuan nasional maupun internasional. Sejak 2019, Desa Kemiren berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, serta terpilih dalam program The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.

Selain membina Desa Kemiren, Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra juga mendampingi kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi. Program tersebut mencakup penguatan organisasi petani, penerapan budidaya organik, peningkatan kualitas pascapanen, serta perluasan akses pembiayaan dan pemasaran.

Hasilnya, produksi buah naga meningkat signifikan dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Omzet kelompok tani juga melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar dalam periode yang sama. Produk buah naga segar maupun olahan kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga menembus pasar ekspor ke Singapura dan Hong Kong.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, Astra menegaskan komitmennya untuk terus membangun desa bersama masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, melestarikan budaya, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *